Penerapan pola-pola geometris dalam disain lansekap memiliki latar belakang filosofis tertentu. Bentuk geometris memiliki aura dan suasana yang terbangun oleh eksistingnya. Berikut ini contoh penerapan beberapa pola geometris dan pola-pola dampak pemasangannnya :
1. Bentuk geometris Bujur sangkar.
Dipasang untuk stepping-stone, wall atau bagian yang lain.
Bentuk ini member kesan feminin namun tegas, proaktif dan menghadirkan suasana verbal. Bagi pengguna yang biasa membuat keputusan kerja melalui penghadiran wacana, diskusi dan atau rapat-rapat maka bentuk ini akan mewakili spirit tersebut. Aura biru dan abu-abu adalah aura yang hadir kuat dalam bentuk ini. Artinya tenang dalam kesendirian, peduli dan sangat cinta hidup.
Bentuk ini member kesan feminin namun tegas, proaktif dan menghadirkan suasana verbal. Bagi pengguna yang biasa membuat keputusan kerja melalui penghadiran wacana, diskusi dan atau rapat-rapat maka bentuk ini akan mewakili spirit tersebut. Aura biru dan abu-abu adalah aura yang hadir kuat dalam bentuk ini. Artinya tenang dalam kesendirian, peduli dan sangat cinta hidup.
2. Bentuk Geometris Persegi panjang.
Dipasang untuk stepping-stone, dinding atau plasa
Bentuk ini memberi kesan yang lebih luas, maskulin, proaktif dan tetap memberi suasana verbal. Bagi pengguna yang biasa membuat keputusan kerja melalui penghadiran wacana, diskusi atau rapat-rapat maka bentuk ini mewakili spirit tersebut. Maskulinitas yang dihadirkan dan diwakili bentuk ini dalam konteks kekuasaan dan otoritas pembuat keputusan. Anehnya, bentuk ini menghadirkan kesan hadirnya penentu sikap yang tegas dan kadang kaku, egois dan tidak peduli. Ura yang hadir dari bentuk ini biasanya coklat, kuning dan biru. Yang berarti cerdas dan dewasa.
Bentuk ini memberi kesan yang lebih luas, maskulin, proaktif dan tetap memberi suasana verbal. Bagi pengguna yang biasa membuat keputusan kerja melalui penghadiran wacana, diskusi atau rapat-rapat maka bentuk ini mewakili spirit tersebut. Maskulinitas yang dihadirkan dan diwakili bentuk ini dalam konteks kekuasaan dan otoritas pembuat keputusan. Anehnya, bentuk ini menghadirkan kesan hadirnya penentu sikap yang tegas dan kadang kaku, egois dan tidak peduli. Ura yang hadir dari bentuk ini biasanya coklat, kuning dan biru. Yang berarti cerdas dan dewasa.
3. Bentuk geometris lingkaran
Dipasang untuk stepping-stone, dinding atau plasa
Bentuk ini member kesan kekuatan diam, namun kompromistis. Penggemar bentuk lingkaran cenderung orang-orang yang lebih menyukai aksi daripada komunikasi verbal. Keputusan yang diambil biasanya merupakan decision on action. Keluasan juga hadir dalam bentuk lingkaran. Keluwesan sikap merupakan bangunan suasana oleh bentuk ini. Aura yang menonjol adalah putih dan kuning. Artinya spiritual, religious dan cerdas.
Bentuk ini member kesan kekuatan diam, namun kompromistis. Penggemar bentuk lingkaran cenderung orang-orang yang lebih menyukai aksi daripada komunikasi verbal. Keputusan yang diambil biasanya merupakan decision on action. Keluasan juga hadir dalam bentuk lingkaran. Keluwesan sikap merupakan bangunan suasana oleh bentuk ini. Aura yang menonjol adalah putih dan kuning. Artinya spiritual, religious dan cerdas.
4. Bentuk polygonal
Dipasang untuk plasa, stepping-stone.
Bentuk ini memberi kesan kompleksitas yang cerdas. Kuat dalam kemampuan verbal merupakan penggemar polygonal ( bisa heksagon, octagon, pentagon ), kuat secara daya dan unik dalam gaya. Aura yang muncul dari bentuk-bentuk polygonal ini biasanya biru, kuning dan merah.
Bentuk ini memberi kesan kompleksitas yang cerdas. Kuat dalam kemampuan verbal merupakan penggemar polygonal ( bisa heksagon, octagon, pentagon ), kuat secara daya dan unik dalam gaya. Aura yang muncul dari bentuk-bentuk polygonal ini biasanya biru, kuning dan merah.
No comments:
Post a Comment